Menyoal Reputasi. Dan Pengetahuan

Akhir-akhir ini saya gemas melihat media massa (terutama cetak) yang tampak kehabisan stok artikel segar dan pemikiran baru. Sebagian besar penulis yang membagikan pemikirannya terdengar kadaluwarsa dan gagap dalam mengikuti perkembangan zaman. Masalahnya tidak terletak pada minimnya pemikir atau cendekiawan baru, melainkan pada keraguan para pemilik otoritas lama untuk menjaring penulis dan pemikir anyar. Well, setidaknya itu yang saya yakini. Saya menyederhanakan masalah ini pada minimnya reputasi yang dimiliki para penulis dan pemikir muda ini. Nah, kebetulan sekali saya menemukan artikel yang persis mengulas masalah ini: Reputasi.

Pengetahuan yang diciptakan di Indonesia sebenarnya berlimpah ruah. Masalahnya ada pada keterbatasan reputasi yang dimiliki para produsen pengetahuan baru ini. Akibatnya, pengetahuan ini tidak diikuti oleh kredibilitas. Sementara mereka yang kita anggap memiliki reputasi sudah kadung mandul menghasilkan pengetahuan baru.

Tentu anggapan ini perlu saya elaborasi lebih lanjut. If only time permits. Setidaknya, artikel di edge.org tersebut menguatkan keyakinan saya bahwa masalah kredibilitas dan reputasi memang berpengaruh pada kuat-tidaknya cengkeraman pengetahuan atas cara pandang individu maupun masyarakat. Untuk sementara waktu, ada baiknya artikel tersebut saya baca secara lebih seksama lagi. Silakan: http://edge.org/conversation/gloria_origgi-what-is-reputation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.