Roadtrip #8 – Norway

Awalnya saya berniat untuk membawa si Alfa Romeo keliling Eropa. Jalan jauh sendirian kayak di Into the Wild atau Motorcycle Diaries. Rute yang terbayang adalah start dari Amsterdam – Wolfsburg – Berlin – Olomouc (tempat konferensi EUROSEAS), lalu mulai trip liburan via Warsaw – Danzig – feri menuju Stockholm – Oslo – Gotheburg (museum Volvo) – lalu turun ke Hamburg dan kembali ke Amsterdam.

Phew. Terdengar ambisius dan memang demikian. Sebulan sebelum EUROSEAS dimulai, si Alfa Romeo mutung dan pesakitan. Aki lah, oli lah. Untung tidak jadi ­čśů. Rute panjang dari Eropa Timur ke Utara akhirnya dibatalkan. Setelah membolak balik halaman Epic Drives of the World nya Lonely Planet, akhirnya saya memutuskan untuk bermain-main di Norway saja. Pilihan jalur roadtripnya banyak, dan untuk menentukan rute mana yang akan saya tempuh, saya menghabiskan beberapa hari untuk browsing dan membandingkan jalur.

Pertimbangannya beberapa: kemurahan akomodasi perjalanan dan pemandangan yang mau dicari. Norway memang tidak terlalu besar, tetapi kota yang bisa disinggahi juga tidak terlalu banyak. Ditambah dengan biaya hidup (pengeluaran) yang sangat tinggi, perjalanan di Norway bisa bikin tekor kalau tidak dipertimbangkan dengan baik. Yang jelas, saya ke Norway bukan untuk mencari Aurora seperti kebanyakan orang Indonesia yang mulai pergi ke Tromso berjamaah.

Akhirnya, ini rute yang saya pilih:

Oslo – Bergen – Geiranger – Trollstigen – Kristiansund – Lillehammer – Oslo

Continue reading

#Roadtrip 7 – To Switzerland and back

Ada satu peristiwa di 2019 yang membuat keputusan untuk berjalan jauh menjadi mudah. Menyetir sendiri sepertinya mewakili peristiwa tersebut. Dan menyetir sendiri menjadi terapi. Seperti itulah kira-kira saya menjelaskannya ke diri sendiri. I just had to do it. Jadi, setelah mengumpulkan draf Bab pertama disertasi saya (yang tentunya tidak layak untuk dapat disebut sebagai Bab), saya mencari rute yang ringan tetapi sekaligus cukup menantang. Ada perasaan seperti ingin mendaki gunung tetapi tidak membuat jantung berdebar. Ada juga perasaan ingin menjajal tempat baru tetapi masih familiar. Akhirnya pilihan saya jatuhkan kepada rute berikut:

Amsterdam-N├╝rburgring-Black Forest-Z├╝rich-Interlaken-Bastogne War Museum-Amsterdam

Continue reading

Roadtrip #6 | Surabaya-Banyuwangi-Bali PP

Tambal ban Ertiga. Foto heboh biar clickbait.

Aneh rasanya menulis tentang perjalanan ini. Sebab, saya menulisnya di penghujung 2021, alias empat tahun setelah saya melakukan perjalanan tersebut. Tapi saya rasa merasa ini hutang yang harus dilunasi. Sewaktu melakukan road trip tersebut, saya sudah berniat untuk mendokumentasikan cerita yang saya alami agar tidak menguap begitu saja. Tapi ya, namanya juga nawaitu. Kapan itu dikerjakan memang perkara lain. Menulis ini ibarat menciptakan mesin waktu dalam bentuk WordPress.

Jadi, di penghujung 2017 saya memutuskan untuk berjalan jauh. Awalnya keinginan saya hanya untuk singgah ke Taman Nasional Baluran, yang foto-fotonya mulai banyak berseliweran di kanal media sosial. Sudah saatnya melihat langsung, gumam saya. Ketika memeriksa lokasi Baluran di Googlemaps, saya mendapati perasaan tanggung. Baluran terletak antara Surabaya dan Banyuwangi, meski secara jarak lebih dekat ke kabupaten. Saya tidak terlalu tertarik untuk menghabiskan waktu di ibukota Jatim, tetapi terpikat untuk mampir di Banyuwangi yang sedang naik daun itu. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat jalur Bandara Juanda – Taman Nasional Baluran – Bali (via Ketapang-Gilimanuk) Banyuwangi -Bandara Juanda sebagai rute utama trip berdurasi enam hari ini.

Persinggahan pertama di Taman Nasional Baluran sangat berkesan. Saya berkesempatan untuk mengobrol dengan si Bapak Penjaga Taman (sayangnya saya lupa namanya – padahal sempat bertukar nomor hape),┬á yang curcol banyak tentang pengelolaan taman nasional. Malamnya saya menginap di dalam wisma dengan alunan suara alam yang..susah bikin tidur. Salah sendiri. Tapi tidak apa. Paling tidak jadi bikin semangat bangun pagi dan lekas cabut ke destinasi berikutnya. Ini beberapa foto-fotonya sebagai sampel. Continue reading

Roadtrip #3 Duisburg-Belanda-Belgi PP. | Waterloo, Belgium

Lelah dengan kuliah, saya memutuskan untuk bertamasya ke daerah Benelux dengan seorang kawan. Salah satu tempat yang saya kunjungi adalah situs bersejarah Waterloo, tempat di mana Napoleon Bonaparte mengalami kekalahan terakhirnya dan menjadi titik balik sejarah Eropa. Mind-blowing (padanan bahasa Indonesianya apa dong?). Kedahsyatan pertempuran Waterloo mungkin tidak tergambar dalam foto-foto di bawah, tapi ini lah sedikit oleh-oleh yang bisa saya bagikan. 

Butte du Lion, tugu peringatan pertempuran Waterloo. sumber : pribadi

Butte du Lion, tugu peringatan pertempuran Waterloo. sumber : pribadi

Continue reading