Antara Robin Hood dan Mahatma Gandhi

Beberapa waktu yang lalu saya mengunjungi Riau, sebuah provinsi yang kaya akan sumber daya alam dan kaya akan orang kaya (baru). Jangan tanya saya soal korupsi, biarkan itu diurus oleh mereka yang berwenang. Di sana, saya bertemu dengan seorang, katakanlah aktifis, yang mendedikasikan waktu dan keringatnya untuk 'menyuarakan mereka yang tak bersuara'. Dalam sebuah percakapan, ia berkata: "ya kita punya rencana untuk mendirikan beberapa radio komunitas di Riau, karena belum ada.  Kebetulan kemarin kita dapat program dari…yaa itulah perusahaan-perusahaan itu kan memang punya kegiatan untuk itu. Ya emang bermasalah lah itu, tapi ya kita pokoknya kayak Robin Hood aja. Jadi mau kita bikin radio komunitas dengan itu…"

Dalam kesempatan yang lain, seorang teman mengajak bergosip. Tentu tidak saya tolak. Alamak, ternyata gosipnya tentang Walhi yang dapat dana UN-REDD. Saya pikir tentang apa. Dengan pikiran kosong saya hanya bisa menanggapi: "Ya ilah, AMAN aja juga dapat dana bantuan dari Bank Dunia". Jujur, saya pun tidak tahu harus berkata apa mengenai konflik nilai yang terjadi pada diri saya saat itu. Dan Ini bukan kali pertama saya mendengar cerita-cerita sejenis. Saya pun yakin bahwa suatu saat saya akan berhadapan dengan dilema 'uang haram' dan 'uang halal' semacam itu. 

Lalu saya mengambil analogi sederhana tentang Robin Hood yang merampok si kaya untuk membantu si miskin, dan Mahatma Gandhi yang konon teguh dalam menolak bekerja sama dengan siapapun yang merampas kemerdekaannya. Tidak ada yang bisa mematahkan prinsip dan pendiriannya. 

Tidak perlu penjelasan panjang atas analogi ini. Saya hanya ingin mengajak kawan-kawan untuk bertanya: Bukankah Robin Hood itu hanya tokoh fiksi? Pernahkah ia benar-benar hadir di tengah-tengah kita dalam wujud seseorang? Atau lembaga?

***

One thought on “Antara Robin Hood dan Mahatma Gandhi

  1. Assalamualaikum Fajri 'random' Siregar, yang aduhai…. :p
    Perasaan baru beberapa minggu yang lalu deh lo bilang
    "gue kangen punya me-time kayak lo gitu, jadi bisa berpikir secara 'muda' dan 'liar'  lagi kayak pas jaman kuliah, hahaha" saat bermacet ria di sekitar Tendean-arah-Mampang,
    dan
    hari ini, randomly gue melirik tautan yang ada di signature email lo "sure, bukan signature dadakan email lo yang part-time 4hurup: L.O.V.E consultant" itu…
    VOILA! sampailah gue disini dengan restu Allah SWT.
    Intinya gue cuma mau bilang,
    Ini kurang liar dan muda apa lagi deh Jri?

    Yeah, maksud gue post yang ini… Hehe…
    Atau jangan-jangan, cuma gue pemuda (dibawah 24 tahun kalo standarnya United Nations :p) yang bilang begini? Hohoho. #PukPuk
    Soal 'uang halal' dan 'uang haram', gue pernah juga nih ada di masa-masa dilema soal gituan, tapiiiii beberapa tahun yang lalu. Tepatnya ketika gue lagi 'hot-hot'nya berkarya lewat teater dan segala kawanannya itu. Hmm, lebih tepatnya gue meng-galau-i apa yang diartikan 'orang dewasa' sebagai:
    – Idealisme
    – Mimpi
    – Masa Depan
    – Manusia
    DAN apa yang juga, lagi-lagi, ada di benak 'orang dewasa' saja. Yaitu:
    – Uang
    – Uang
    – Uang
    – Pasangan Hidup yang serba sempurna dan buka 24 jam (711 kaliiiii) -.-
    Ternyata, personally gue pun dapat berkesimpulan:
    bahwa hingga saat ini gue nggak (atau belum) nemu jawabannya, mungkin juga ga ada apa yah. entah deh.

    bkannya jawaban, yang ada malah, ya realita, yang kita pilih -atau tidak kita pilih-

    seperti apa yang gue jalani sekarang sambil dengerin Justin Nozuka sambil berharap dia mau jadi narasumber gue buat Modul Anti Korupsi kita itu. Mwihihi. Am totally enjoying the process. Every single step, every single word. Huh, itulah kenapa kali ya gue juga betah jadi single #loh hahaha

    Semangat selalu ya, FAJRInya!

    Demi Tuhan gue pengen nge-rewind hari aja dan melupakan tombol 'forward' biar Bumi nggak cepet-cepet nyelonong ke 29 Juli. Hiks.


    Fyuuu~ gue silam dulu deh.

    Wholeheartedly, 

    anak kecil yang terlalu suka menulis sembarang tempat dan ngidam nonton kartun. 

    +N

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.