Semakin Kenal, Semakin tak Sayang

Setelah kurang lebih empat tahun tidak berkunjung, saya akhirnya kembali ke tempat di mana saya ‘dilahirkan’. Dilahirkan dalam arti belajar, mengumpulkan pengalaman dan memperoleh gelar sarjana. Ya, ke Departemen itulah saya kembali berkunjung. Dan pengalaman yang saya peroleh hanya mengkonfirmasi asumsi saya selama ini: Bahwa manusia-manusia di dalamnya kadung nyaman dan tertidur di dalam kandangnya.

Saya, yang kemudian memang hanya bisa memandang dan berkomentar dari luar, kok malah merasa iba dengan kondisi di dalam kandang itu. Tidak ada pikiran terbuka dan apresiasi terhadap dunia yang terpancar dari manusianya. Tidak ada semangat untuk membuka diri terhadap orang baru, yang notabene adalah orang lama yang telah mereka didik. Entah dengan baik atau tidak. Yang pasti, kami bertemu sebagai orang asing yang sudah saling kenal. Seperti itulah mungkin sebaiknya hubungan ini dijaga. Demi obyektifitas yang konon harus dipelihara seorang akademisi. Karena seperti itulah mereka memandang mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>