Satudarah di Duisburg

Cerita ini antara penting dan tidak. Jadi, di Duisburg, kota kecil tempat saya menimba ilmu yang sering saya bandingkan dengan Cikarang, rupanya ada juga tawuran antar geng. Geng motor lebih tepatnya. Bukan sesuatu yang menghebohkan memang, tapi lumayan juga untuk menghilangkan rasa sepi. Kalau di Jakarta bikin kesal, di sini, berita semacam ini bikin hidup terasa lebih berdenyut. Jarang bre!

Nah, yang bikin lebih penasaran adalah oknum yang terlibat tawuran: Satudarah dan Bandidos. Satudarah? Yap, persis. Reaksi saya pun sama. Apalagi ketika melihat emblem geng motor tersebut:

Rupa-rupanya Satudarah adalah geng motor dari Belanda, yang mengambil namanya dari tentu, bahasa Indonesia. Perlu dicari tahu lebih lanjut soal asal muasal penggunaan nama tersebut, tapi mungkin terilhami oleh cerita-cerita warga Maluku yang banyak bermukim di Belanda. Bagaimana persisnya, saya juga kurang paham. Mungkin di Maluku memang ada geng motor bernama Satudarah?

Markas Satudarah di Duisburg. Sumber: WAZ

Ya, mungkin ini hanya soal nama, tapi saya baru pertama kali mendengar kabar bahwa istilah Satudarah menjadi nama geng motor di Belanda. Apalagi sekarang ia sampai merantau ke Jerman. Cukup terkejut juga ketika melihatnya. Sampai di situ saja tapi. Tidak lebih. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>